English for SMP

Kurikulum Bahasa Inggris Lingofy untuk jenjang SMP (Kelas 7, 8, dan 9) dirancang secara sistematis dengan menyelaraskan materi pada prinsip umum Kurikulum Merdeka (Fase D).

Kurikulum ini berfokus pada pendekatan komunikatif, pemanfaatan teks (multimodal), serta pengembangan secara seimbang pada enam keterampilan berbahasa:

  1. Menyimak (Listening),
  2. Berbicara (Speaking),
  3. Membaca (Reading),
  4. Memirsa (Viewing),
  5. Menulis (Writing),
  6. Mempresentasikan (Presenting).

Berikut adalah uraian deskripsi kurikulum bahasa Inggris Lingofy untuk jenjang kelas 7 hingga 9 SMP

Kelas 7: Pengenalan Diri dan Lingkungan Sekitar

Fokus utama pada pembelajaran Kelas 7 adalah membangun fondasi kosakata sehari-hari dan menumbuhkan keberanian siswa untuk mulai berinteraksi menggunakan bahasa Inggris dasar.
  • Greetings & Introductions: Siswa belajar mengucapkan salam, memperkenalkan diri sendiri maupun orang lain, serta memahami penggunaan kata ganti (Subjective, Objective, dan Possessive Pronouns).
  • Time & Numbers: Siswa dilatih untuk menyebutkan waktu, hari, tanggal, bulan, dan tahun menggunakan angka kardinal maupun ordinal (Cardinal & Ordinal numbers).
  • Descriptive Text (Orang & Hewan): Siswa belajar mendeskripsikan ciri-ciri fisik serta sifat menggunakan kata sifat (Adjectives) dan pola kalimat Simple Present Tense.
  • Daily Routines: Siswa belajar menceritakan kegiatan dan rutinitas sehari-hari mereka secara runtut dengan menyisipkan kata keterangan frekuensi (Adverbs of Frequency seperti always, usually, sometimes, never).
  • My School & Things Around Us: Siswa diajarkan mengidentifikasi benda-benda di sekitar mereka, baik yang ada di dalam kelas, rumah, maupun tempat umum menggunakan pola There is/There are serta kata depan posisi (Prepositions of Place).

Kelas 8: Interaksi Sosial dan Pengalaman Pribadi

Pada tingkat Kelas 8, pembelajaran diarahkan agar siswa menjadi lebih ekspresif dalam merespons berbagai situasi sosial serta mulai mampu menceritakan kejadian yang terjadi di masa lampau.
  • Interpersonal Expressions: Siswa belajar menggunakan ungkapan untuk meminta dan memberi perhatian (asking for attention), mengecek pemahaman, mengapresiasi atau menghargai kinerja, serta meminta dan memberikan pendapat.
  • Ability & Willingness: Siswa belajar menyatakan kemampuan (Can) dan kemauan (Will) dalam melakukan suatu tindakan. Obligations, Prohibitions, & Suggestions: Siswa dilatih memberikan saran, menyatakan keharusan, serta larangan menggunakan modal kata bantu seperti Should, Must, dan Must not.
  • Present Continuous Tense: Siswa belajar mengomunikasikan aktivitas atau kejadian yang sedang berlangsung pada saat ini.
  • Degrees of Comparison: Siswa belajar membandingkan orang, binatang, maupun benda di sekitar menggunakan tingkat perbandingan kata sifat (Positive, Comparative, dan Superlative).
  • Recount Text: Siswa belajar menyusun cerita mengenai pengalaman pribadi mereka yang terjadi di masa lalu menggunakan struktur Simple Past Tense.

Kelas 9: Ekspresi Lanjutan, Imajinasi, dan Informasi Faktual

Pembelajaran Kelas 9 dipersiapkan sebagai masa transisi menuju jenjang SMA, dengan fokus pada pemahaman teks yang lebih panjang dan kompleks serta kemampuan memadukan imajinasi dengan informasi faktual ilmiah.
  • Hopes, Wishes, & Congratulations: Siswa belajar mengekspresikan harapan, doa, serta memberikan ucapan selamat yang tepat atas pencapaian atau prestasi orang lain.
  • Agreement & Disagreement: Siswa belajar menyatakan persetujuan dan ketidaksetujuan secara sopan terhadap suatu pendapat, opini, atau rencana.
  • Labels & Procedure Text: Siswa diajarkan membaca informasi detail pada label produk (obat, makanan, atau minuman) serta menyusun teks prosedur (Procedure Text) secara runut, baik berupa resep makanan maupun manual teknologi.
  • Present Perfect Tense: Siswa mempelajari tata bahasa untuk menyatakan suatu kejadian yang sudah selesai terjadi di masa lalu namun efek atau hubungannya masih dirasakan di masa kini.
  • Narrative Text: Siswa belajar membaca, menganalisis struktur, dan memetik nilai moral dari teks naratif berupa cerita rakyat (folktales), legenda, atau dongeng fiksi.
  • Passive Voice & Report Text: Siswa belajar mendeskripsikan hewan, fenomena alam, atau teknologi secara ilmiah, objektif, dan berdasarkan fakta ilmiah (Report Text) dengan menerapkan kalimat pasif (Passive Voice).

Pendekatan dan Sistem Penilaian Pembelajaran

Metode pembelajaran kurikulum Lingofy SMP sangat mengutamakan keaktifan siswa melalui pendekatan praktis:
  • Metode Komunikatif & Pembelajaran Berbasis Proyek: Pembelajaran didorong menggunakan metode Project-Based Learning (PBL) dan bermain peran (Role-play) agar siswa dapat langsung mempraktikkan materi dalam situasi nyata.
  • Penilaian Portofolio Otentik: Selain tes tertulis, evaluasi kemampuan siswa diukur melalui hasil karya nyata (portofolio) seperti pembuatan video perkenalan diri, poster menu masakan, hingga pementasan drama singkat berkelompok. Penilaian Portofolio Otentik: Selain tes tertulis, evaluasi kemampuan siswa diukur melalui hasil karya nyata (portofolio) seperti pembuatan video perkenalan diri, poster menu masakan, hingga pementasan drama singkat berkelompok

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *