Buku Pembelajaran Digital Pada Tablet atau Smartphone

Setelah sekian lama tidak menulis, terbesit keinginan untuk berbagi informasi yang baru melalui tulisan ini. Seiring dengan perkembangan pembelajaran yang diadakan oleh banyak sekolah di Indonesia.
Pengguna ponsel pintar di Indonesia terus meningkat. Bahkan, sebuah lembaga riset menyebutkan bahwa Tanah Air berada di peringkat kelima dalam daftar pengguna smartphone terbesar di dunia.Data tersebut dilansir oleh analis kawakan Horace H. Dediu melalui blognya, asymco.com.
Seiring dengan peningkatan pengguna ponsel pintar (smartphone) di Indonesia secara otomatis pengguna internet juga mengalami peningkatan.Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, populasi netter Tanah Air mencapai 83,7 juta orang pada 2014. Angka yang berlaku untuk setiap orang yang mengakses internet setidaknya satu kali setiap bulan itu mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet.
Pada 2017, eMarketer memperkirakan netter Indonesia bakal mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang di peringkat ke-5 yang pertumbuhan jumlah pengguna internetnya lebih lamban.Saat ini pengguna internet di dunia secara berurutan diduduki oleh Tiongkok, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Jepang.
Secara keseluruhan, jumlah pengguna internet di seluruh dunia diproyeksikan bakal mencapai 3 miliar orang pada 2015. Tiga tahun setelahnya, pada 2018, diperkirakan sebanyak 3,6 miliar manusia di bumi bakal mengakses internet setidaknya sekali tiap satu bulan.
Perkembangan teknologi informasi yang cepat harus diimbangi dengan perkembangan daya pikir generasi penerus di Indonesia, oleh karena itu generasi perlu di persiapan untuk mengikuti perkembangan zaman dalam hal pembelajaran. Mulai tahun 2014 beberapa sekolah di Indonesia sudah mulai menerapkan pembelajaran yang menggunakan tablet dalam pembelajaran.Paradigma belajar antara guru dan siswa juga berubah. Bukan hanya pada alatnya saja yang berubah. Misalnya guru harus menyiapkan bahan ajar berbasis tablet. Pembelajaran menggunakan tablet dapat mentransformasi cara mendidik, cara belajar, termasuk proses menyerap pada anak selaku peserta didik. Cara ini sangat efektif dan efesien karena guru dan siswa dapat berkolaborasi aktif saat pembelajaran, siswa juga dapat mengakses informasi langsung seperti e-book, penyimpanan data di awan (cloud), paperless, sharing data, dan dapat memperbanyak (print) data di mana pun.

Perkembangan media pembelajaran menuntut para pendidik harus kreatif menyediakan media pembelajaran yang menarik.

Kursus Bahasa Inggris Lewat Telepon

Masih tingginya kebutuhan akan keterampilan berbahasa Inggris, ditambah keterbatasan waktu, memungkinkan anda untuk mengikuti kursus bahasa Inggris via telepon. Tak perlu keluar rumah, tidak perlu kepanasan, kehujanan, dan tak terbatas hanya di satu wilayah, anda bisa belajar dimanapun.
Can you speak English? Di masa sekarang, tentu kebanyakan dari kita ingin menjawab “yes” atas pertanyaan tersebut. Kendati cuma tercatat sebagai bahasa dengan pengguna terbanyak kedua di dunia, bahasa Inggris tetap berperan sebagai standar bahasa pergaulan di dunia.
Fasih berbahasa Inggris pun kerap menjadi persyaratan yang akan ditemui di berbagai bidang, entah pendidikan, penelitian, bisnis, kesehatan, industri, hingga pemerintahan.
Jika Anda ingin belajar bahasa inggris berbasis 'praktek' tanpa adanya pembelajran grammar, Anda yang ingin mahir cas-cis-cus dalam Inggris, namun punya jadwal kegiatan yang padatAnda yang sudah tidak muda lagi, namun minat belajarnya terhalang oleh rasa minder untuk belajar dan bertatap muka dengan rekan-rekan yang berusia jauh lebih muda juga menjadi target bisnis ini maka anda perlu mempelajari bahasa Inggris di sini www.malanglesprivatbahasa.com

Metode belajar bahasa Inggris melalui telepon ini terbilang unik dan mudah. Guru dan murid tak perlu bertatap muka untuk dapat memulai proses belajar mengajar. Waktu pun dapat diatur secara fleksibel mengikuti aktivitas sang murid. Peserta kursus dapat latihan bercakap-cakap (conversation) sambil belajar tata bahasa (grammar) hanya dengan mengontak sang guru, kapan pun, dan di mana pun..

Persiapan TOEIC

What is TOEIC Test? TOEIC (Test of English for International Communication) mengukur English Proficiency yang dimiliki oleh orang dewasa. Biasanya digunakan oleh perusahaan, sekolah SMK dalam mengukur penguasaan bahasa calon karyawan maupun siswa. Tes ini bukanlah suatu academic test, namun sebuah tes internasional yang mengukur penguasaan vocabulary dan grammar. TOEIC sampai dengan saat ini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat terutama kalangan pelajar, mahasiswa dan pekerja. Di Malang, TOEIC hanya dikenal sebagai test untuk siswa SMK, itupun karena pemerintah memperkenalkan TOEIC test di lingkungan SMK sebagai bekal bagi para lulusan supaya lebih mempunyai daya jual terhadap dunia kerja. Padahal, di dunia perbankan TOEIC sudah lebih dulu dipakai dibandingkan TOEFL sebagai syarat untuk promosi jabatan dan kenaikan jabatan baru. Tetapi kenapa tidak TOEFL, seperti yang diperkenalkan di SMA dan Universitas? Ya, karena tujuannya pun berbeda. Kenapa TOEIC?
Tes TOEIC adalah tipe test Bahasa Inggris yang dapat mengukur kemampuan Bahasa Inggris untuk individu yang bekerja di lingkungan internasional dalam kesehariannya. Nilai-nilainya menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan individu lainnya dalam berbisnis, perdagangan dan industri. Dengan demikian, TOEIC sangat dibutuhkan oleh:
  1. Karyawan atau staf yang menggunakan Bahasa Inggris dalam berbagai lingkungan kerja seperti, bisnis, hotel, rumah sakit, restoran, pertemuan international, konfrensi dan program olahraga.
  2. Staf manajemen, sales, dan karyawan bagian teknik dalam bisnis international, perdagangan dan industri yang membutuhkan Bahasa Inggris dalam pekerjaan mereka.
  3. Para calon peserta pelatihan yang akan dilakukan dalam Bahasa Inggris.
Standar TOEIC memang di bawah standar TOEFL, karena TOEIC tidak memerlukan pengetahuan khusus atau istilah yang tidak umum digunakan orang dalam aktivitas sehari-hari. Tetapi TOEIC adalah salah satu jenis tes yang dianggap tepat dalam menilai kemampuan Bahasa Inggris seseorang di dalam dunia kerja, karena soal-soal test TOEIC disusun secara berdasarkan pengaturan dan situasi dalam kehidupan keseharian seperti:
  1. Pengembangan perusahaan: riset, pengembangan produk
  2. Perjamuan makan: perjamuan bisnis dan makan siang yang informal, resepsi, perjamuan makan dan pemesanan restoran
  3. Hiburan: bioskop, teater, musik, kesenian, pameran, museum, media
  4. Keuangan dan Anggaran Belanja: Perbankan, merjer, investasi, perpajakan, akuntansi, pembayaran rekening
  5. Bisnis umum: kontrak, negosiasi, pemasaran, penjualan, garansi, perencanaan bisnis, konferensi, hubungan tenaga kerja
  6. Kesehatan: asuransi media, mengunjungi dokter, dokter gigi, klinik, rumah sakit
  7. Perusahaan perumahan/properti: kontruksi, spesifikasi, sewa beli. layanan listrik dan gas
  8. Pabrik: perakitan, manajemen pabrik, kualitas mutu
  9. Perusahaan: rapat dewan, komite, surat-surat memorandum, telepon, fax dan e-mail, perlenkapan kantor dan perabit rumah, prosedur kantor.
  10. Personalia: perekrutan dan penerimaan karyawan, memperkerjakan karyawan baru, pengunduran diri, gaji, promosi, lowongan kerja, iklan, pendapatan setelah pensiun dan penghargaan
  11. Pembelian: pembelanjaan, pemesanan peralatan kantor, pengiriman barang, faktur
  12. Area teknis: elektronik, teknologi, komputer, laboratorium dan perlengkapannya, spesifikasi teknis
  13. Perjalanan: kereta api, pesawat terbang, taksi, bus, kapal laut, kapal feri, tiket, jadwal, stasiun dan penjadwalan, informasi jadwal dan pengumuman di stasiun dan bandara, penyewaan mobil, hotel, reservasi, keterlambatan dan pembatalan.
  14. Bagaimana format test TOEIC? Sampai dengan saat ini, Tipe test TOEIC adalah pilihan ganda yang terdiri dari 200 pertanyaan dalam waktu 2 jam. Di dalam test TOEIC ada 2 sesi, yaitu: Listening dan Reading yang masing-masing sesi terdiri dari 100 pertanyaan. Sesi di test TOEIC: Listening Comprehension (100 soal/45’) Part I: Picture (20 soal) Part II: Question and Response (30 soal) Part III: Short Conversation (30 soal) Part IV: Short talks (20 soal) Reading (100 soal/75’) Part V: Incomplete sentence (40 soal) Part VI: Error recognition (20 soal) Part VII: Reading comprehension (40 soal) Contoh soal TOEIC, silahkan download disini Catatan: contoh soal tidak bisa dijadikan sebagai acuan akan soal TOEIC yang akan dihadapi peserta. Peserta tidak akan memperoleh soal test yang sama setiap kali melakukan test, dan pengerjaannya pun memerlukan trik-trik khusus untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Mengenai trik bagaimana mengerjakan test TOEIC ini akan dijelaskan pada waktu dan posting yang berbeda. Berdasarkan info terbaru dari ITC-TOEIC Representatives of ETS in Indonesia, ETS akan mengeluarkan bentuk terbaru dari TOEIC, yaitu yang terdiri dari 2 sesi: Speaking dan Writing. Rencananya, format test ini sudah diluncurkan pada tahun 2010 lalu. Dengan demikian maka persyaratan penilaian tidak hanya dilihat secara pasif (Listening dan Reading) tetapi juga secara aktif (Speaking dan Writing).